🀝 MODUL PODCAST · 7 SESI MENTORING

Networking Tanpa Menjilat: Membangun Relasi dengan Adab

Jago saja tidak cukup. Knowledge membuatmu tahu, skill membuatmu bisa β€” tapi attitude dan relationship yang membuat orang mau berjalan bersamamu. Modul ini disusun dari podcast Room 4 Improvement bersama Bang Jaja (penulis Relationship Mastery), lalu diterjemahkan menjadi latihan untuk pemuda masjid, santri, dan pelajar.

7Sesi Mentoring
6Kunci Relasi
1:17:43Durasi Podcast
GratisBisa dibagikan
Referensi Sumber

Podcast Asal Modul Ini

Modul ini adalah pengembangan dari satu episode podcast. Silakan tonton sumbernya langsung β€” kami sertakan time code tiap bab agar mudah dibuka.

Thumbnail podcast Networking Tanpa Menjilat β€” Room 4 Improvement
YouTube Β· Room 4 Improvement

Networking Tanpa Menjilat: Cara Bangun Koneksi & Relasi yang Benar

Pembawa acara: Rory Asyari Β· Narasumber: Bang Jaja (Remaja Tampubolon) β€” motivational speaker & penulis buku Relationship Mastery.
Kanal: Rory Asyari Β· Durasi: 1 jam 17 menit 43 detik Β· Kategori: Education.

Time CodeBab PodcastBuka
00:00OpeningLihat β–Ά
06:01Skill dasar yang wajib dimiliki: KSA (Knowledge, Skill, Attitude)Lihat β–Ά
13:44Kompetensi & skill itu wajib, tapi attitude yang menentukanLihat β–Ά
16:20Mau jadi orang yang valuable? Serve PeopleLihat β–Ά
24:00Mau jadi orang yang valuable? Jadi Energy GiverLihat β–Ά
31:00Mau networking di event? Jangan asal kenalanLihat β–Ά
35:00Wedding bukan cuma tempat makan, tapi tempat networkingLihat β–Ά
43:20Sebelum bangun relationship, kenali diri sendiriLihat β–Ά
47:20Beda pendapat dengan atasan? Jangan konfrontasiLihat β–Ά
53:20Mau karier makin cepat? Stop kompetisi dengan teman kerjaLihat β–Ά
56:00Rapid fire questions β€” jawaban cepat yang padatLihat β–Ά
58:00Feedback terbaik bisa datang dari orang yang membenci kitaLihat β–Ά
1:05:00Evaluasi diri & tahu kapan harus mengalahLihat β–Ά
Cara memakai modul ini: setiap sesi diawali menonton 1 bab podcast (5–15 menit), lalu dibahas dengan pertanyaan pemandu, ditutup latihan nyata selama sepekan. Cocok untuk: Remaja Masjid (Remas), kelas mentoring santri, ekstrakurikuler kepemimpinan, kelas Bimbingan Konseling, atau forum pemuda masjid.
Alur Modul

Tujuh Sesi: Dari Tahu Menjadi Berkarakter

Urutannya sengaja: beresin diri β†’ baru beresin relasi. Karena kebanyakan masalah dengan orang lain sebenarnya masalah dengan diri sendiri.

KSA

Kenali tiga bekal: knowledge, skill, dan attitude β€” lalu tahu mana yang menentukan kamu diterima.

Khidmah, bukan menjilat

Serve people: melayani tanpa pamrih semu, datang membawa solusi.

Bawa nilai

Jangan dekat orang tanpa membawa value apa pun.

Jadi energy giver

Saat semua bilang sulit, kamu bilang "let's try".

Adab di majelis

Networking di event: target 2–3 orang, apresiasi, jangan jualan.

Bercermin dulu

Hubungan dengan diri sendiri sebelum hubungan dengan orang lain.

Kolaborasi, bukan kompetisi

Hadapi perbedaan, atur ego, dan siapkan diri jadi penerus.

Rincian Sesi

Panduan Tujuh Sesi Lengkap

Setiap sesi memuat tujuan, inti materi, kutipan kunci, latihan nyata, dan pertanyaan refleksi.

Sesi 1 Β· Bab 06:01

KSA: Knowledge, Skill, Attitude

Tujuan: peserta memahami bahwa jago saja tidak cukup β€” yang membuat orang mau berjalan bersama kita adalah attitude.

Inti Materi

  • Knowledge β€” apa yang kamu tahu; Skill β€” apa yang kamu mampu kerjakan.
  • Knowledge dan skill membuat kamu dinotice; attitude membuat kamu diterima.
  • Pekerjaan itu jangka panjang β€” karena itu "cocok diajak kerja" sering mengalahkan "paling pintar".
  • Orang dengan skill 9/10 tapi sulit diajak kerja kalah dengan skill 7/10 yang reliable dan enak diajak ngobrol.

Latihan Pekan Ini

  • Buat tabel pribadi KSA: isi 3 kekuatan dan 1 kelemahan di tiap kolom.
  • Minta 2 orang terdekat menilai: "aku ini enak diajak kerja nggak? kenapa?" β€” catat apa adanya.
"Knowledge membuat kamu tahu, skill membuat kamu bisa. Tapi attitude dan relationship yang membuat orang mau berjalan bersamamu."
β€” Rory Asyari
Refleksi: kapan terakhir kali orang memilihku bukan karena aku paling pintar, tapi karena aku enak diajak kerja? Apa yang membuat mereka merasa begitu?
Sesi 2 Β· Bab 16:20

Khidmah, Bukan Menjilat: Serve People

Tujuan: membedakan melayani (khidmah) dan menjilat (mudahanah) β€” serta mempraktikkan pelayanan yang tulus sejak hari ini.

Inti Materi

  • Melayani: "apa yang bisa saya bantu supaya kerja/tugasmu lebih ringan?" β€” tulus, tanpa menunggu balasan.
  • Menjilat: ada personal interest β€” aku melakukan A, berharap dapat B.
  • Bantulah atasan/pembina/guru dengan hal yang belum ia pikirkan, bukan sekadar menyetujui perkataannya.
  • Aturan emas: datang membawa solusi, bukan masalah.

Latihan Pekan Ini

  • Kartu Khidmah: setiap peserta wajib membantu 1 orang per hari (marbot, guru, jamaah lansia, teman sekelas) β€” dicatat, tanpa pamrih, tanpa posting.
  • Wawancara singkat: tanya 1 pengurus masjid "apa beban kerja Bapak yang paling melelahkan pekan ini?" lalu bantu satu hal kecil.
"Kalau kita mengabdi hanya karena ingin dilihat, itu bukan pengabdian β€” itu dagang."
β€” Adab khidmah dalam tradisi pesantren
Refleksi: coba periksa bantuan yang aku berikan sebulan terakhir β€” mana yang benar-benar karena butuh membantunya, mana yang diam-diam aku tunggu balasannya?
Sesi 3 Β· Bab 13:44 & 16:20

Membawa Nilai: Jangan Datang dengan Tangan Kosong

Tujuan: peserta sadar bahwa kedekatan kepada seseorang harus selalu punya alasan yang bermanfaat.

Inti Materi

  • Jangan dekat orang kalau kita tidak membawa value apa pun kepadanya.
  • "Bunga yang indah selalu ditaruh di pas bunga yang indah" β€” kualitas diri menentukan kita ditempatkan di mana.
  • Value = kedalaman: pendidikan, pengalaman, keterampilan, kesabaran, amanah.
  • Punya banyak koneksi tanpa skill: tidak akan bertahan panjang.

Latihan Pekan Ini

  • Tulis "3 nilai" yang bisa kamu sumbangkan ke orang lain pekan ini (contoh: bisa desain, bisa mengajar, bisa mengurus data).
  • Kirim 1 orang sesuatu yang berguna tanpa meminta apa pun β€” artikel, catatan, informasi beasiswa, atau bantuan teknis.
"Ordal itu membuka pintu. Begitu kamu masuk, dia akan melihat kualitasmu."
β€” Bang Jaja
Refleksi: kalau hari ini namaku disebut di sebuah forum, apa satu hal yang orang lain ingat tentang diriku? Apakah itu nilai, atau hanya kenal?
Sesi 4 Β· Bab 24:00

Jadi Energy Giver

Tujuan: peserta melatih tutur kata, sikap, dan cara berpikir yang menebar energi β€” bukan menyerap energi.

Inti Materi

  • Karyawan yang enak diajak kerja adalah yang mengeluarkan energi positif, bukan yang menularkan kecemasan.
  • Energy giver: saat semua bilang "sulit", dia bilang "let's try".
  • Energi itu terdiri dari tutur kata, sikap, dan pikiran.
  • Energi kita berharga β€” karena itu jangan beri akses kepada orang yang hanya menghabisinya.

Latihan Pekan Ini

  • Aturan 3:1 β€” sebelum menyampaikan satu keluhan, sampaikan tiga apresiasi/peluang.
  • Kirim pesan penyemangat singkat tiap pagi (7 hari berturut-turut) ke satu teman atau anggota Remas.
"Orang yang tepat tidak selalu yang paling pintar, tapi yang membuat kita ingin berusaha ketika dia ada."
β€” Bang Jaja
Refleksi: setelah aku mengobrol dengan seseorang, orang itu biasanya merasa lebih ringan atau lebih berat? Kenapa?
Sesi 5 Β· Bab 31:00 & 35:00

Adab Networking: Bukan Asal Kenalan

Tujuan: peserta mampu membangun relasi di majelis/acara masjid dan sekolah dengan arah yang jelas dan tata krama yang baik.

Inti Materi

  • Networking itu skill, bukan keberuntungan. Tahu caranya, bukan sekadar beraninya.
  • Persiapan sebelum datang: tahu siapa yang akan hadir dan tetapkan target 2–3 orang saja.
  • Jangan bercerita tentang dirimu β€” apresiasi pencapaian orang. "Jadi kartu nama saya..." bukan kalimat tiga menit pertama.
  • Jangan langsung menjual. Relationship dulu, bisnis kemudian β€” seringnya justru setelah berpisah jalan.
  • Follow up jangan cuma lewat chat. Kirim buku, kirim artikel, kopi kesukaannya, atau sampaikan lewat orang yang dia percaya.
  • Konsistensi mengalahkan chemistry β€” hal kecil yang rutin lebih kuat daripada pertemuan sekali yang mengesankan.
  • Resepsi/wedding bukan cuma tempat makan: di ruangan itu ada ratusan orang β€” kesempatan menyapa 2–3 nama dengan tulus.
  • Contoh nyata: kepercayaan besar bisa datang dari hal kecil β€” mengenal kesukaan seseorang dan datang dengan effort yang kelihatan.

Latihan Pekan Ini

  • Kartu 3 Nama: tulis 2–3 nama yang ingin kamu kenal lebih baik di kegiatan berikutnya, dan satu pertanyaan untuk masing-masing.
  • Uji lapangan: dalam acara masjid/sekolah, sapa 3 orang baru, tanyakan tentang mereka β€” bukan tentang kamu.
  • Follow up 2 hari setelah acara, dengan sesuatu yang bermanfaat bagi dia, bukan permintaan.
"Semakin mudah kita diakses, semakin tidak berharga kita. Bukan untuk sombong β€” tapi agar ada yang menjembatani dan waktunya lebih bermakna."
β€” Bang Jaja
Refleksi: dari 10 orang terakhir yang aku sapa, berapa yang masih mengingat namaku karena aku mengingat ceritanya?
Sesi 6 Β· Bab 43:20 & 58:00

Bercermin Dulu: Relasi dengan Diri Sendiri

Tujuan: peserta berlatih husnuzan, mengevaluasi diri, dan menjadikan kritik sebagai bahan perbaikan β€” bukan luka.

Inti Materi

  • Urutan yang benar: relasi dengan diri sendiri β†’ orang lain β†’ Allah.
  • "Kebanyakan orang tidak bermasalah dengan orang lain; masalahnya dengan dirinya sendiri."
  • Orang tidak suka kita? Bercermin: kalau 2–3 orang saja, mungkin selera; kalau separuh ruangan, itu feedback untuk kita.
  • Kalau yang tidak disukai soal kepribadianmu β€” tak apa. Tapi kalau soal cara kerja/karakter, itu saatnya berbenah.
  • Semakin orang tidak suka, justru makin baik kita kepadanya β€” di situ kedewasaan dinilai.
  • Feedback termahal datang dari orang yang membenci kita β€” ajak duduk satu-satu, buka diri, cari tahu apa yang dia rasakan.
  • Jangan bermusuhan, cukup kurangi akses: batasi, tapi tetap tidak menyakiti.

Latihan Pekan Ini

  • Majelis Cermin (30 menit, mingguan): setiap peserta menjawab 3 pertanyaan jurnal dan mendengarkan 1 kritik tanpa membantah.
  • Latihan "opini tanpa menyerang": dalam satu diskusi, sampaikan pandangan berbeda tanpa menyalahkan pribadi orang.
  • Bila ada yang tidak suka: kirim satu hal baik kepadanya tanpa membahas masalahnya.
"Customer tersulit adalah customer dengan feedback terbaik. Teman yang paling tidak suka kepadamu adalah teman yang memberimu masukan paling mahal."
β€” Bang Jaja
Refleksi: pikirkan satu orang yang terasa tidak menyukaiku. Apa satu hal yang mungkin aku lakukan dan belum aku sadari?
Sesi 7 Β· Bab 47:20, 53:20 & 1:05:00

Kolaborasi, Ego, dan Peluang

Tujuan: peserta mampu bekerja sama dengan siapa pun, mengendalikan ego, dan menyiapkan diri menjadi pemimpin berikutnya.

Inti Materi

  • Jangan konfrontasi dengan atasan β€” yang menempatkan dia adalah yang di atas dia. Bertanya: "apa dasar Bapak memutuskan ini?" β€” bukan menyerang, tapi juga jangan sampai dia kehilangan muka.
  • Bos/pembina tidak cocok dengan caramu? Cari tahu ritme kerjanya, temui di waktu yang dia punya ruang, tawarkan cara kerja yang cocok untuk berdua.
  • Stop kompetisi dengan teman sejawat β€” jangan sikut-sikutan. Datang ke atasan bersama-sama; atasan melihat energi kolaborasi.
  • Mengalah untuk hal yang lebih baik, bukan mengalah untuk hal yang merugikan prinsip.
  • Kalau pimpinan terasa tidak fit: jangan-jangan kamu memang calon penggantinya β€” bertahan dan siapkan diri.
  • Karakter bukan omongan: lembar kerja yang diikuti dan amanah yang dijaga itulah yang membuat orang memilih kita.
  • Perbesar cawan-mu: kapasitas (pendidikan, pengalaman, kesabaran, kepemimpinan) harus tumbuh bersama jaringan.
  • Merasa skill sudah bagus tapi peluang tak datang? β†’ terus lakukan, jangan menunda, dan cari guru/pembimbing yang bisa membaca potensimu lebih baik dari dirimu sendiri.

Latihan Pekan Ini

  • Tulis 1 hal yang ingin kamu ubah dalam cara bekerja sama dengan pengurus/kakelas/guru β€” lalu sampaikan dengan sopan dan minta pendapatnya.
  • Buat daftar "5 kapasitas" yang ingin kamu besarkan 3 bulan ke depan (ilmu, amanah, sabar, kepemimpinan, keterampilan).
  • Cari satu pembimbing (ustadz, guru, senior) dan minta pendampingan sebulan sekali.
"Cawan sekecil apa pun ya tetap segitu. Kalau cawan kita perbesar, rezekinya juga bertambah."
β€” Bang Jaja
Refleksi: dalam 3 bulan ini, kalau aku dipilih memimpin satu kegiatan, sudah siapkah aku? Apa satu hal yang masih perlu aku rapikan?
Catatan akhlak: adab ini dikembangkan dari pengalaman dunia kerja dan dikaitkan dengan nilai Islam β€” khidmah (melayani), ta'awun (tolong-menolong), husnuzan (berprasangka baik), dan silaturahim. Untuk pertanyaan fikih yang bersifat khusus, tetap rujuk kepada ustadz atau lembaga fatwa yang terpercaya. Yang kami ajak di sini adalah adab dan keterampilan sosial, bukan fatwa.
Penghubung

Bahasa Dunia Kerja ↔ Bahasa Adab Kita

Isi podcast ini sesungguhnya adab yang sudah lama diajarkan di masjid dan pesantren β€” hanya diberi nama lain.

Istilah PodcastPadanan Adab IslamPraktik di Masjid/Sekolah
Serve peopleKhidmah (melayani)Bantu marbot, guru, dan jamaah lansia tanpa diminta dan tanpa diumumkan
Menjilat / cari mukaMudahanah (menyetujui demi keuntungan diri)Tidak menyetujui kebatilan demi disukai; menyampaikan pendapat dengan sopan
Stop kompetisiTa'awun (tolong-menolong), bukan tanāfus yang merusakYuk bagikan materi, catatan, dan kerja kepanitiaan β€” bukan disimpan sendiri
Bercermin, husnuzanMuhasabah & husnuzanEvaluasi diri dulu sebelum menuduh orang lain
Follow up & kirim hadiah kecilSilaturahim & hadiah (tahādu)Ziarah ke rumah anggota, kirim sesuatu tanpa alasan selain menyambung kasih
Energy giverKalimat yang baik & wajah berseriSapa jamaah dengan senyum dan nama β€” bukan sekadar "sudah sholat?"
Perbesar cawanAmal yang rutin walau sedikitIstiqamah 10 halaman/hari, satu jurnal pekanan, satu keterampilan per bulan
Penilaian

Rubrik Perkembangan Peserta

Modul ini tidak dinilai dengan ujian, tetapi dengan perubahan perilaku yang terlihat selama 7 pekan.

Level 1

Tahu

Menyebutkan istilah KSA, khidmah, energy giver, dan mampu menceritakan ulang isi podcast.

Level 2

Paham

Bisa membedakan melayani dan menjilat, serta menjelaskan mengapa kompetisi dengan teman merugikan diri sendiri.

Level 3

Bisa

Kartu Khidmah terisi, Kartu 3 Nama ditunaikan, follow up dilakukan, dan mengerjakan latihan tiap sesi.

Level 4

Berkarakter

Perubahan sikap yang terlihat orang lain: lebih sabar, lebih ringan membantu, lebih santun saat berbeda pendapat β€” dan mulai mendampingi teman yang lain.

"Sesungguhnya yang paling banyak membuat orang masuk surga adalah takwa kepada Allah dan akhlak yang baik."

β€” HR. Tirmidzi β€”

Isi Modul

Apa yang Ada di Dalamnya?

Semuanya bisa langsung dipakai pembina, takmir, guru, atau Remas.

πŸ“– 7 Sesi Materi

  • KSA: knowledge, skill, attitude
  • Khidmah bukan menjilat
  • Membawa nilai & tidak datang kosong
  • Jadi energy giver
  • Adab networking di event
  • Bercermin & relasi dengan diri sendiri
  • Kolaborasi, ego, dan peluang

πŸ“ Lembar Kerja Siap Pakai

  • Tabel KSA pribadi
  • Kartu Khidmah sepekan
  • Kartu 3 Nama untuk acara
  • Jurnal 3 pertanyaan mingguan
  • Lembar rencana 5 kapasitas 3 bulan
  • Rubrik 4 level (tahu β†’ berkarakter)

🎯 Untuk Siapa

  • Remaja masjid & pemuda masjid
  • Santri & pelajar (SMP/SMK/MA)
  • Pembina, takmir, dan guru BK
  • Pengurus OSIS & organisasi pelajar
  • Mentor & pendamping komunitas

πŸ“₯ Unduh Modul Networking Tanpa Menjilat

Gratis. Format Word (.docx) siap cetak, siap fotokopi untuk peserta mentoring, kajian, atau kelas. Silakan diedit sesuai kebutuhan masjid/sekolah β€” cantumkan sumbernya dengan baik.

Unduh Modul Sekarang

β–Ά Referensi asli: podcast di YouTube

FAQ

Pertanyaan Umum

Apakah modul ini gratis?

Ya, sepenuhnya gratis dan bebas dibagikan untuk kegiatan kebaikan β€” kajian, mentoring, sekolah, dan komunitas. Kami hanya meminta agar sumber aslinya (podcast Room 4 Improvement) disebutkan, sebab isi materinya adalah karya dan pemikiran narasumbernya.

Siapa pemilik materi aslinya?

Materi asli adalah podcast Room 4 Improvement oleh Rory Asyari, bersama narasumber Bang Jaja (Remaja Tampubolon), penulis buku Relationship Mastery. Modul di halaman ini adalah pengembangan pembelajaran untuk pemuda masjid dan pelajar, disertai penyesuaian konteks adab Islam. Silakan tonton sumbernya di YouTube.

Berapa lama waktu pelaksanaan modul?

7 pekan, satu sesi per pekan (60–90 menit), dengan latihan sepanjang pekan. Bisa juga dirapatkan menjadi 2 hari dengan konsep workshop, namun hasil terbaik muncul bila latihannya diberi waktu.

Boleh dipakai untuk program remaja masjid atau kelas sekolah?

Sangat dianjurkan. Modul dirancang untuk Remas, kelas mentoring santri, ekstrakurikuler kepemimpinan, dan kelas BK β€” sudah lengkap dengan rubrik penilaian serta lembar kerja per peserta.

Apakah ini membahas fikih atau fatwa?

Tidak. Modul ini membahas adab dan keterampilan sosial (khidmah, ta'awun, husnuzan) yang dikaitkan dengan nilai Islam secara umum. Untuk masalah fikih yang bersifat khusus, silakan merujuk kepada ustadz atau lembaga fatwa yang terpercaya.

Bagaimana kalau ingin pendampingan langsung?

Silakan daftar melalui form pendaftaran Al Kahfi School. Tim kami siap mendampingi program pengembangan pemuda untuk masjid, sekolah, atau komunitas β€” termasuk pelatihan bagi para pembinanya.

Yuk mulai dari langkah kecil hari ini

Pilih satu: bantu satu orang tanpa pamrih hari ini, atau sapa satu nama baru pekan ini. Relasi tidak dibangun dari satu peristiwa besar, tapi dari hal kecil yang konsisten.

Daftar & Konsultasi Baca Artikel Terkait